Uncategorized

Bupati Kerawang Dua Hari Sebelum Dinyatakan Positif Covid-19 Sempat Datang Kelapas Sukamiskin Bandung

Jarrakposbanjarmasin.com | Bupati Karawang Callika mengumumkan dirinya positif terinfeksi virus Covid-19 atau Corona Hal itu Cellica sampaikan lewat video yang diunggah di Instagram pribadinya, Selasa (24/3/2020) lalu.
“Dan 5 orang dinyatakan positif. Hal ini sudah cillika sampaikan kepada Gubernur dan pihak-pihak terkait,” kata Cellika.
Cellika diketahui sempat berinteraksi dengan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana dalam acara Musda Badan Pengurus Daerah Hipmi Jawa Barat yang digelar di Hotel Swiss Belinn Karawang, 9 Maret lalu. Yana lebih dulu dinyatakan positif COVID-19.
Cellika mengatakan saat ini dirinya bersama empat orang lain yang juga positif Corona tengah diisolasi di rumah sakit karwang.
Cellika Nurrachadiana dinyatakan positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19. Pengumuman itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. “Saya sudah minta izin untuk melaporkan,” kata pria yang biasa disapa Emil itu pada Selasa, 24 September 2020.
Merunut nya 14 hari ke belakang sebelum dinyatakan positif, Cellika sempat menghadiri sejumlah acara. Sekitar dua pekan lalu, ia hadir di Musyawarah Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jawa Barat, di Swiss Belhotel, Karawang pada Senin, 9 Maret 2020. Ia duduk satu deret dengan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. Belakangan Yana dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Ridwan Kamil menyebut acara Musda HIPMI sebagai salah satu klaster penyebaran virus Corona di Jawa Barat.
Melalui laman Instagramnya, Cellika mengatakan tak memiliki gejala mengidap Corona seperti demam, batuk atau pilek. Tak menunjukan gejala Corona seusai mengikuti Musda HIPMI, Cellica melanjutkan tugas sehari-hari sebagai Bupati, termasuk hadir ke acara-acara yang diikuti banyak orang.
Pada salah satu kesempatan, ia bertemu dengan putra mantan Presiden Soeharto, Tommy Soeharto. Di kesempatan lainnya, ia bertemu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan istri. Berikut adalah beberapa acara yang pernah didatangi Cellika sebelum dinyatakan positif Corona.
Senin, 9 Maret, Musyawarah Daerah HIPMI
Cellika hadir di Musyawarah Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Swiss Belhotel, Karawang. Di acara itu, hadir pula Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wakil Bupati Karawawang Ahmad Zamakhsyari dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. Yana telah dinyatakan positif Corona.
Rabu, 11 Maret, Pasar Induk Modern Cikampek
Cellika menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Pasar Induk Modern oleh PT Mandala Permai di kawasan Cikampek. Komisaris Utama PT MPP Tommy Soeharto juga ikut dalam acara ini. Foto yang diunggah laman karawangkab.go.id, menampilkan Cellika dan putra Presiden Soeharto itu berjalan beriringan selama acara. Salah satu foto menunjukan keduanya tengah berbincang di depan maket pasar induk.
Kamis, 12 Maret: Bertemu Buruh
Cellika menerima perwakilan Aliansi Serikat Pekerja di kantornya pada Kamis siang, 12 Maret 2020. Para perwakilan buruh itu meminta Pemkab Karawang menolak Omnibus Law. Di hari yang sama, Cellika juga mengikuti Upacara Gabungan peringatan hari jadi pemadam kebakaran di halaman Kantor Bupati. Selanjutnya, Cellika menjadi pembicara di Seminar Guru Dahsyat di Swiss Belhotel, Karawang. Salah satu foto menunjukan Cellica berfoto dengan ratusan guru di ruang seminar.
Sabtu, 14 Maret: Bertemu Mendagri dan Gubernur Jabar
Cellika menghadiri acara Ulang Tahun Kesatuan Gerak PKK Nasional ke-48 tahun di Posyandu Sakura Blok F Perumnas Karawang. Acara itu juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan istrinya, Tri Suswati Karnavian. Hadir pula Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan istrinya.
Minggu, 15 Maret: Kongres Demokrat
Cellika hadir dan memimpin sidang Kongres V Demokrat di Jakarta Convention Center. Selaku Majelis Tinggi partai, ia memimpin sidang bersama E. E. Mangindaan, Syarief Hasan, Edhie Baskoro Yudhoyono dan Benny Kabur Harman. Setelah Cellica dinyatakan positif mengidap Corona, Partai Demokrat meminta kader yang berinteraksi dengan Cellica memeriksakan diri ke rumah sakit.
Rabu, 18 Maret: Kondangan
Dilihat di laman Instragam miliknya, Cellika menghadiri acara pernikahan anak Ketua DPD Golkar Karawang, Sukur Mulyono. Di sana, ia sempat berfoto dengan pengantin. Dilanjutkan rapat terbatas di kantornya.
Jumat, 20 Maret: Pelantikan Kepala Desa
Cellika tiba-tiba turun dari podium saat memberikan pidato sambutan pada pelantikan kepala desa di Kantor Pemerintah Kabupaten Karawang. Ia turun karena mengalami sesak nafas. Pidato sambutan dilanjutkan oleh Wakilnya Ahmad Zamakhsyari.
Pada tanggal 21 Maret 2020 sebelum dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19 Datang ke lapas sukamiskin bandung.
Pada saat itu Bupati kerawang Callika sempat datang Kelapas Sukamiskin Bandung Di temani Kadipas kumham jabar bapak Aris Dalam rangka untuk menengok mantan bupati kerawang bapak Ade Saputra dilapas Sukamiskin. Dua hari setelah kunjungan ke lapas sukamiskin, bupati kerawang cilika dinyatakan posiitif covid -19 bersama ajudan dan staffnya dinyatakan positif juga sesuai kutipan di Instagram pribadinya. Cellika membagikan foto-foto saat pelantikan di laman instagramnya.
Di keterangan foto, ia mengimbau para kepala desa yang baru dilantik untuk tidak melakukan syukuran yang mengundang banyak orang. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada wakilnya. “Terima kasih tak terhingga buat Pak Wakil @ahmadzamakhsari yang tadi berkenan mewakili aku di tengah-tengah acara dikarenakan kondisi aku yang mendadak kurang fit.”
Setelah kejadian ini, Cellika memilih untuk melakukan swaisolasi. Hingga akhirnya pada 24 Maret 2020, hasil tes menunjukan bahwa ia positif terinfeksi Corona.
Karena isunya di sinyalir para pegawai Kemenkumham Pusat sudah ada yang positif corona dan meninggal dunia di bagian Humas. Setelah itu ada kabar di isukan kadipmin bersama ajudan juga dinyatakan positif beserta ajudan kadipas bapak Subud Akip angkatan 47 yang mana sekarang sudah di karantina di wisma atlit kemayoran Jakarta pusat. Itu berarti sudah dalam kategori bahaya Kalau ada yang di tempatkan di RS. Penanganan Corona wisma atlit Kemayoran Jakarta pusat, berarti sudah ada yang positif entah positif tahap yang mana , karena kota bandung Jawa Barat Sendiri sudah termasuk zona merah apalagi di desa sukamiskin Kecamatan Antapani sendiri zona merah dikarenakan sudah ada yang meninggal di lingkungan desa sukamiskin yang terkena positif Virus Covid-19.
Kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin yang mana tempat dan luas nya sangat terbatas, sangat berpotensi menciptakan penularan wabah virus Corona (Covid-19) antar warga binaan.
Perlu diketahui pada dasarnya Warga binaan adalah manusia yang sama dengan masyarakat pada umumnya yang memiliki hak asasi yang paling esensial yakni hak untuk hidup. Maka bukan tidak mungkin lapas akan berubah menjadi ‘neraka’ bagi warga binaan. Di sebut dengan istilah neraka, karena ancaman kematian yang begitu besar bagi warga binaan yang terpapar akan virus Corona bila satu orang terindikasi baik melalui petugas jaga atau tamu dari pembesuk atau Pegawai Koperasi tentu akan rawan sekali Penyebaran nya.
Tujuannya dengan meminta pemerintah pusat ataupun diteruskan melalui Kepala dinas kesehatan daerah adalah biar bisa menyelamatkan napi yang masih bisa ditolong dengan melakukan penceggahan dini. Dan pemerintah harus terbuka terhadap apa yang terjadi supaya Napi Sukamiskin selalu tidak dijadikan objek berita tentang kejelekan nya saja . Jangan orang yang sudah di pesakitan di hina hina di injak akan hak-hak nya seolah olah mereka kehilangan semuanya. Kasiani mereka punya anak dan keluarga mereka saudara kita ,hanya saja mereka sedang menjalani hukuman. Publik mau bilang apa lagi mereka tidak akan bisa apa apa hanya berdoa dalam jeruji besi . Mari kita junjung tinggi Pancasila yang antara lain Kemanusiaan yang adil dan beradab.
Beberapa hari yang yang lalu di kabari ada napi yang positif katanya covid-19 namun setelah awak media Jarrak Bandung menanyakan langsung ke Kakanwil Jawa barat masalah itu belum ada laporan terhadap kejadian itu jawab kakanwil jabar, Mari Pemerintah buka mata Karena virus tidak mengenal kasta atau jabatan baik pidum maupun tipikor.
Karena bagaimanapun mereka Napi Koruptor punya hak untuk hidup dan hak sehat dan janganlah mengambil keputusan yang diskriminatif. Apalagi sudah menjadi napi bebannya sangat berat. Yaitu mendapat Sangsi sosial Dimata masyarakat serta sanksi-sanksi lainnya yang melekat pada seorang napi tersebut. Sebelum pemerintah di laporkan ke badan hak asasi manusia PBB sebaiknya lakukanlah langkah itu. Supaya adil dalam kegiatan perang melawan covid 19.

Editor: GR

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close