Connect with us

Uncategorized

Mayat Balita Tanpa Kepala Bikin Geger Warga Samarinda

Published

on

SAMARINDA – JARRAKPOSBANJARMASIN.COM – Warga Samarinda, Kalimantan Timur, digegerkan dengan mayat bayi yang ditemukan tanpa kepala. Mayat tersebut ditemukan di sebuah parit, Jl Antasari, Kecamatan Samarinda Ulu.

Balita yang diduga berusia 3-4 tahun ini ditemukan dalam kondisi yang sudah tidak utuh. Warga yang menemukan mayat balita itu langsung melaporkan ke Polsekta Samarinda Ulu.

Jumadi (50) warga sekitar mengatakan jasad Balita malang ini pertama kali ditemukan istrinya, Minggu (8/12/2019) sekitar pukul 5.30 Wita.

“Seperti biasa istri buka jendela usai salat subuh dan ketika melihat ke parit terlihat ada sosok seperti boneka di parit, setelah itu saya dipanggil untuk memastikan sayapun kemudian memanggil tetangga untuk mematikan,” kata Jumadi saat diwawancara wartawan di lokasi.

Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ulu Iptu M Ridwan mengatakan mayat Balita yang ditemukan mengambang di parit itu dalam kondisi memprihatinkan. Bahkan beberapa bagian tubuhnya sudah tak lagi utuh.

“Kondisi mayat bayi tanpa kepala lalu tangan serta betisnya juga tidak ada sehingga menyulitkan kami mengindetifikasi jenazah ini, jadi kami menunggu hasil pemeriksaan forensik,” kata Ridwan.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, pihaknya sudah mengevakuasi balita itu ke RSUD Samarinda untuk mencari tahu penyebab kematian balita tersebut.  (www.news.detik.com)

Editor : Uta

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Uncategorized

Model Cantik Nikah Hanya Minta Mas Kawin Sandal Jepit & Segelas Air, Alasannya Sungguh Mulia

Published

on

By

Jarrakposbanjarmasin— Perkawinan pria asal Lombok Tengah dengan seorang model dilaksanakan hanya dengan sebuah kesederhanaan.

Seorang pria asal Desa Braim, Lombok Tengah bernama Yudhi Anggata akhirnya berhasil menikahi wanita cantik yang berprofesi sebagai seorang model.

Tak hanya berhasil menikahi Helmi yang seorang model cantik, Yudhi Anggata makin viral setelah memberi mas kawin sandal jepit dan segelas air.

Bahkan saking gugupnya menikahi seorang model cantik, Yudhi sempat harus mengulang beberapa kali ijab kabulnya.

Dalam video yang beredar, terlihat Yudhi yang mengenakan kemeja putih dan sarung merah beberapa kali mengulang pengucapan ijab kabul.

Yudhi bersama Helmi pamerkan mas kawin pernikahan mereka. (Dokumen warga/Kompas.com)

Sementara Helmi yang mengenakan busana merah muda duduk di sebelah kiri Yudhi.

Perempuan yang berprofesi sebagai model itu hanya tersenyum melihat pasangannya itu.

Saat dikonfirmasiKompas.com, Helmi mengatakan, mas kawin segelas air putih dan sandal jepit itu merupakan permintaannya.

Perempuan yang merupakan model video klip lagu tradisional Sasak itu mengaku tak ingin memberatkan sang suami.

“Saya tidak mau menyusahkan suami saya dan keluarganya,” kata Helmi saat dikonfirmasi via telepon, Sabtu (4/7/2020).

Setelah akad nikah, Helmi langsung meminum air yang berada di gelas keramik berwarna coklat tersebut.

Sementara, sandal jepit yang merupakan mas kawin lainnya hendak dipajang.

Helmi mengaku tak punya alasan lain meminta sandal jepit sebagai mas kawin.

Sekali lagi, ia mengaku tak mau menyulitkan suaminya.

Selain itu, ia ingin sandal jepit itu menjadi kenangan yang bisa dibagikan kepada anaknya nanti.

“Tidak ada nilai sejarah mengapa mau sandal jepit.

Hanya mau jadi kenang-kenangan yang akan diceritakan pada anak nanti,” kata Helmi.

Dikutip : Kompas.com (4/7/2020)

Editor :SGT

Apabila anda penasaran silakan lihat link video dibawah ini : https://youtu.be/bwsStELXTJM

sumber video you tube : Tribunnews.com

Continue Reading

Berita

Kabid Humas PMJ: Pembakaran Bendera PDIP, Bagaimana Mau Diperiksa? Enggak Ada Tuh Laporan Polisi

Published

on

By

Jarrakposbanjarmasin.com — Terjadinya insiden pembakaran bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), pada saat terjadi demonstrasi massa di gedung DPR/MPR pada Rabu (24/6), ternyata sampai saat ini belum ada laporan resmi ke Polda Metro Jaya (PMJ).

Perihal tersebut diutarakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Markas Polda Metro Jaya, Jumat (26/6). “Saya sampaikan, belum ada laporan polisinya ya,” katanya.

Yusri menyatakan bahwa penyidik Polda Metro Jaya belum memeriksa siapapun terkait insiden pembakaran bendera pada aksi demo tersebut, lantaran polisi belum menerima laporan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan dalam kasus ini.

“Bagaimana mau diperiksa? Enggak ada laporan polisi. Lalu dasarnya apa periksa orang?,” tutur perwira berpangkat melati tiga tersebut .

Meski demikian, Kabid Humas membenarkan jika pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap kordinator aksi. Namun, klarifikasi itu dilakukan oleh tim intelijen dan bukan dilakukan oleh penyidik.

“Kalau korlap iya (dimintai klarifikasi) sama intel kita, karena di situ bagiannya kan intel ya. Cuma ditanya ada apa ini? Tapi kalau teman-teman tanyakan apakah sudah diperiksa? Ya belum,” tuturnya.

Seperti diberitakan oleh media massa dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR pada Rabu (24/6) berbuntut panjang lantaran adanya aksi pembakaran bendera PDIP.

Atas kejadian tersebut , Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery meminta kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Idham Azis mengusut dan menindak tegas dalang di balik peristiwa pembakaran bendera PDI Perjuangan dalam demonstrasi yang menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) pada Rabu (24/6/2020).

Dikutip dari : FAJAR.CO.ID,(26/6/2020)

Editor: SGT

Continue Reading

Uncategorized

Warga Asal Batulicin ini Nekat Curi Motor di Kayutangi II Banjarmasin saat Korbannya Lagi Mandi

Published

on

By

Jarrakposbanjarmasin.com –Rahmadiansyah alias Rahmadi (30) warga Batulicin Tanahbumbu, nekat melakukan aksi pencurian menyelinap masuk rumah korbannya yang saat itu sedang mandi.

Tak tanggung lagi, tersangka mencuri motor sekaligus dengan laptop dan ponsel milik korbannya.

Rahmadiansyah alias Rahmadi (30), tersangka pencuri motor sekaligus laptop di Kayutangi Banjarmasin diamankan polisi Polsekta Banjarmasin Utara

Aksi pencurian yang dilakukan warga Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu (Kalsel) terjadi di Jalan Kayu Tangi II Jalur III RT21, Kelurahan Pangeran, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Rabu (10/6/2020) pagi sekitar pukul 08:00 Wita.

Berkat kejelian jajaran Buser Polsekta Banjarmasin Utara bersama Tim Gabungan jajaran Resmob Polda Kalsel serta Polres Tanah Bumbu, maka pelakunya dapat ditangkap di rumah tersangka, Minggu (14/6/2020) malam.

Terkait keberhasilan polisi mengungkap perkara pencurian, Kapolsekta Banjarmasin Utara, AKP Gita Suhandi Ahmadi, Senin (15/6/2020) mengatakan, pelaku pencuri motor jenis Honda Beat dan Laptop serta ponsel jenis Samsung Galaxy, hingga Tab ini, niatnya mau cari kerja ke Banjarmasin, karena ada pelauang dan kesempatan, pelaku menjadi pencuri motor dan beberapa barang elektronik.

Kesempatan pelaku ini lantaran saat tersangka Rahmadi melihat rumah kos korban tak terkunci pintunya di Jalan Kayu Tangi II jalur III RT 02 Kelurahan Pangeran Banjarmasin Utara.

Korban atas nama Dede Irwan Ihlas (27). Ketika itu korban sedang di kamar mandi, pelaku masuk dan menggasak barang milik korban, yang mana korban tak mengira ada orang masuk ke dalam kosnya.

Akibatnya korban yang salah satu karyawan BUMN tersebut mengalami kerugian sebesar Rp57 juta.

Ditambahkan kapolsek, pelaku sebelumnya sebagai penarik beca di Batulicin itu, setelah mendapatkan barang hasil curian, pelaku langsung kabur.

Setelah mendapat laporan dari korban, kemudian polisi langsung dilakukan penyelidikan oleh anggota Buser Polsekta Banjarmasin Utara Banjarmasin. empati hari kemudian pelaku berhasil diringkus.

“Anggota kami bersama Tim Gabungan Polsek Banjarmasin Utara dan jajaran Resmob Polda Kalsel serta Polres Tanah Bumbu langsung menuju ke Batulicin, di rumah tersangka,”ucap kapolsek.

Ditambahkan kapolsek, modus pelaku untuk mencari pekerjaan ke Banjarmasin. Namun karena uangnya sudah habis dan ada kesempatan, hingga mencuri barang milik korban yang saat itu sedang sedang mandi.

Karena kebutuhan ekonomi tersangka langsung melakukan pencurian dengan mudah karena pintu kos tidak terkunci.

“Atas perbuatannya, pelaku kini dijerat sesuai Pasal 363 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara,”tambah kapolsek.

Isi sesuai kutipan Banjarmasin Pos

Editor: SGT

Continue Reading

Trending